Terciduk Berada di Barcelona, Ibu Risma ‘Diculik’ Untuk Bicara!


Bahwa keberhasilan dan kesuksesan itu hak semua orang
Kalian tidak usah berpikir dari mana asal kalian
Siapa orang tua kalian
Orang tua kalian tukang becak, orang tua kalian buruh cuci
Kalian berhak untuk berhasil, karena Tuhan itu adil…

BARCELONA, 15 November 2017 – Pemimpin yang satu itu dikenal dengan gayanya yang ceplas-ceplos, lugas dan bekerja keras. Saat menemukan ketidakberesan di lapangan, tidak jarang dia menunjukan ketegasannya dengan sikap yang emosional.

Hasil kerja kerasnya tidak sia-sia. Sudah tujuh tahun membereskan Surabaya, walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan itu meraih banyak penghargaan, di antaranya menjadi walikota terbaik ketiga di dunia versi The World Mayor Prize pada Februari 2014, dua penghargaan tingkat Asia Pasifik pada ajang Future Government Award 2013, dan nominasi 10 wanita paling inspiratif versi majalah Forbes 2013. Lebih dari 50 penghargaan dan prestasi yang ia raih sebagai walikota, bahkan bulan Maret 2015 beliau mendapatkan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa bidang manajemen pembangunan kota dari ITS Surabaya. Di balik sosoknya yang tegas dan berbagai pencapaian yang telah diraih,perempuan kelahiran Kediri tahun 1961 yang akrab disapa Bu Risma itu tetaplah figur yang sederhana.

Setelah ‘terciduk’ menghadiri SmartCity EXPO World Congress di Barcelona, sejumlah pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona meminta beliau untuk berbagi pengalaman dan berbagi ilmu pemerintahan selama satu jam. Beruntung, wanita idola kalangan remaja dan anak-anak itu dapat meluangkan waktu di antara jadwal super padatnya untuk berbincang dengan para pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona  pada 15 November 2017, bertempat di Restoran Betawi, Barcelona, Spanyol. Acara yang dipandu oleh mas Abie, mahasiwa doktoral di Universitat de Barcelona bidang Drug Delivery System & Cáncer Nanomedicine itu membuat acara tampak riuh dengan gelegak tawa dan canda serta padatnya informasi yang diberikan oleh Bu Risma.

Acara berlangsung selama satu jam dilanjutkan santap makan malam. Beberapa pertanyaan timbul seputar kinerja Bu Risma yang mengagumkan di tengah kegersangan para pejabat publik yang justru menjadikan kursi politik untuk menimbun kekayaan pribadi. Sosok Bu Risma yang tidak tergoda bermain golf menjadi sesuatu yang unik. Tidak jarang dia pun naik ojek untuk mencapai suatu lokasi yang baginya sesuatu tidak perlu dibesar-besarkan karena itu semua tidak dibawa mati. Sosoknya yang menjadi ibu bagi semua anak dan remaja Surabaya menjadikan ia sangat dekat dengan warganya.

Ia bercerita tentang tantangan menjadi walikota Surabaya: pengubahan citra gang Dolly yang kini berubah menjadi titik wisata dengan menghadirkan pelbagai kerajinan produk rumah tangga, pangan dan wisata rekreasi di mana sebelumnya daerah itu terlihat suram dan hina.

Bu Risma juga menghimbau kepada para generasi muda untuk selalu bekerja secara profesional dan total dan jangan pernah meminta jabatan. Pasalnya sejatinya jabatan itu ialah sebuah tanggung jawab di mana sidangnya tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Sosok inspiratif itu juga mengagumi sosok Umar bin Khattab, Khulafaurrassyidin kedua yang sangat tegas tetapi lembut hati dan mementingkan kepentingan warganya.

Acara ditutup dengan foto bersama. Segenap pelajar dan diaspora Indonesia di Barcelona mengucapkan terima kasih karena Bu Risma telah menjadi sosok inspiratif, membagi kebahagiaan, dan menebar kebaikan di tengah kehausan akan figur pelayan publik yang melekat di hati rakyat.**

Penulis: Kurniawan
Mantan Ketua PPI Spanyol 1516

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: