Mahasiswa Indonesia Ikut Kompetisi Renang antar Universitas se-Arab Saudi

Luthfi Ihsanudin (kedua dari kiri, duduk) perenang Indonesia di ajang Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi

 

ARAB SAUDI, 19 November 2017 – Untuk kali ke-8 Kompetisi Olahraga antar Universitas se-Arab Saudi Tahunan diselenggarakan. Tahun ini, Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal, Dammam, didaulat sebagai tuan rumah pertemuan pertama pada kompetisi ke-8 yang berlangsung pada hari Kamis–Sabtu, 16–18 November 2017 bertepatan dengan 27–29 Shafar 1439 H. Sebanyak 12 cabang olahraga dipertandingkan pada kompetisi yang dibagi menjadi 6 pertemuan itu, yakni: sepak bola, basket, tenis, tenis meja, karate, renang, atletik, lari lintas negara, voli pantai, paralimpiade dan futsal. Kompetisi itu terlaksana di bawah naungan Menteri Pendidikan Arab Saudi, Ketua Dewan Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi, Dr. Ahmad bin Muhammad al-Isa.

Pada pertemuan pertama itu, sebanyak 100 atlet karate mewakili 18 Universitas se-Arab Saudi dan 180 atlet renang yang mewakili 20 Universitas se-Arab Saudi. “Ke-20 universitas tersebut terdiri dari universitas negeri dan swasta di Arab Saudi, yaitu Prince Sattam University, King Abdulaziz University Jeddah, King Faisal University Al-Ahsa, Taiba University Madinah, University of Business and Technology Jeddah, Islamic University in Madinah, Taif University, Imam Abdurrahman bin Faisal University Dammam, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh, King Saud University Riyadh, Jeddah University, Umm al-Qura University Makkah, King Saud bin Abdulaziz University for Health Sciences Riyadh, Shaqra University, King Fahd University of Petroleum and Minerals University Dhahran, Northern Borders University, Ibnu Sina National College for Medical Studies Jeddah, Al-Jawf University, Al-Bahah University dan Prince Muhammad bin Fahd University Tabuk,” tutur Dr. Salah as-Saqa, Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Universitas se-Arab Saudi kutip dari Kantor Berita Nasional Saudi.

Komite Perlombaan membatasi 2 atlet per universitas per cabang renang, satu atlet diperbolehkan untuk mengikuti dua nomor cabang gaya bebas dan gaya campuran, serta pada setiap final dibatasi maksimal 8 peserta. Nomor cabang tersebut adalah gaya bebas 400 m, gaya punggung 200 m, gaya bebas 50 m, gaya katak 100 m, gaya dada 200 m, gaya bebas 200 m, maraton gaya dada 100 m x 4, gaya dada 100 m, gaya katak 200 m, gaya punggung 50 m, gaya bebas 100 m, gaya bebas 800 m, gaya katak 50 m, gaya dada 50 m, gaya punggung 100 m, gaya campuran 200 m, maraton campuran 100 m x4. Sedangkan kompetisi karate menggunakan pertandingan Kata yang terbagi menjadi sejumlah nomor cabang; 55 kg, 67 kg, 60 kg, 70 kg, 75 kg dan 84 kg. Pertandingan karate menggunakan sistem satu grup terdiri dari 4 peserta, pemenang dari tiap grup akan maju ke final, setiap universitas hanya diperbolehkan mengirim satu peserta per nomor cabang, dan yang diperbolehkan mengikuti pertandingan hanya atlet yang telah memiliki sabuk oranye ke atas.

Kontingen Universitas Islam Madinah terdiri dari 9 atlet, yaitu 5 atlet renang dan 4 atlet karate. Dari 5 atlet renang tersebut, salah satunya adalah Luthfi Ihsanudin, mahasiswa Fakultas Hadis dan Studi Islam UIM Semester 7 asal Magelang, Indonesia. Luthfi telah lulus seleksi kompetisi renang untuk mewakili Universitas Islam Madinah pada kompetisi antar Universitas se-Arab Saudi. Luthfi bertanding pada cabang gaya dada 50 m dan 100 m. “Karena ini kali pertama saya ikut, jadi harapannya ya tambah pengalaman dan semoga bisa ikut lagi pada tahun depan,” ujar Luthfi yang juga memperkuat Tim Nasional Indonesia pada Piala Dunia Universitas Islam Madinah tahun 2017. Hasil dari Pertemuan Pertama Kompetisi itu, tuan rumah Universitas Imam Abdurrahman bin Faisal Dammam meraih sebagai Juara Umum, Imam Muhammad bin Saud Islamic University Riyadh berada di peringkat kedua dan King Abdulaziz University Jeddah berada di peringkat ketiga. Semoga prestasi Luthfi mewakili UIM pada kompetisi itu dapat memberikan motivasi kepada seluruh pelajar Indonesia di seluruh dunia, khususnya di Madinah dan Arab Saudi.**

 

Penulis: Imam Khairul Annas

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah

 

Editor: Kartika Restu Susilo

Share on LinkedInShare on FacebookEmail this to someoneTweet about this on TwitterShare on Google+Pin on Pinterest

You May Also Like

Leave a Reply

%d bloggers like this: